Tugas Softskill HAM atau Hak Asasi
Manusia (Human Rights) ?
secara
universal ham adalah hak dasar yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir sampai
mati sebagai anugerah dari tuhan YME. semua orang memiliki hak untuk
menjalankan kehidupan dan apa yang dikendakinya selama tidak melanggar norma
dan tata nilai dalam masyarakat. Hak asasi ini sangat wajib untuk dihormati,
dijunjung tinggi serta dilindungi oleh negara, hukum dan pemerintah. setiap
orang sebagai harkat dan martabat manusia yang sama antara satu orang dengan
lainnya yang benar-benar wajib untuk dilindungi dan tidak ada pembeda hak
antara orang satu dengan yang lainnya.
Jack Donnely,
mendefinisikan hak asasi tidak jauh berbeda dengan pengertian di atas. Hak
asasi adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia. Umat
manusia memilikinya bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat atau
berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata berdasarkan martabatnya
sebagai manusia dan hak itu merupakan pemberian dari tuhan yang maha esa.
secara filosofis, pandangan menurut hak asasi manusia adalah, "jika
wacana publik masyarakat global di masa damai dapat dikatakan memiliki bahasa
moral yang umum, itu adalah hak asasi manusia." Meskipun demikian, klaim
yang kuat dibuat oleh doktrin hak asasi manusia agar terus memunculkan sikap
skeptis dan perdebatan tentang sifat, isi dan pembenaran hak asasi manusia
sampai dijaman sekarang ini. Memang, pertanyaan tentang apa yang dimaksud
dengan "hak" itu sendiri kontroversial dan menjadi perdebatan
filosofis terus (Shaw, 2008)
Berita Online :
“Misteri Kematian Mahasiswa UI”
VIVA.co.id - Kasus tewasnya mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Akseyna
Ahad Dori (18 tahun), di Danau Kenanga UI, yang ditemukan pada Kamis 26 maret 2015, masih belum bisa diungkap
oleh pihak kepolisian. Kasus Akseyna ini sudah berjalan hampir setahun, namun
polisi belum bisa mengungkap siapa pelaku pembunuh mahasiswa itu.
Direktur Reserse Kriminal Umum
Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, polisi masih
terus dan serius menangani kasus Akseyna. "Justru yang saya ingin
ungkapkan pertama di tahun 2016 ini adalah, kasus Akseyna. Kasus ini membuat
saya semakin bersemangat dan sedang kencang-kencangnya menyelesaikan kasus
ini," ujar Krishna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, pada Rabu, 6
Januari 2016.
Menurut Krishna, kasus Akseyna
merupakan hutang negara kepada keluarga korban. Dia optimis bisa menuntaskan
kasus tersebut. "Kami bukan menghentikan penyelidikan Akseyna, tapi kami
tetap mengencangkan untuk penyelidikan kasus ini. Karena ini adalah hutang
negara," ujar Krishna. Hingga kini, kata Krishna, ada beberapa alat bukti
penting yang sedang diselidiki pihak kepolisian. "Kami simpan itu dan
tidak bisa sampaikan ke publik, karena itu urusan saya dengan tim penyidik.
Bukan untuk konsumsi publik, terlalu sensitif," ucap Krishna.
Dia pun tidak berani menyebut nama yang dicurigai pihak kepolisian karena
menurutnya pihak kepolisian bekerja sesuai alat bukti.
"Kami belum bisa menyebutkan nama atau menjurus ke sana. Kami ingin ketika
menyebutkan nama, tapi dengan berlandaskan alat bukti yang ada,"
ungkapnya.
Lebih lanjut, Krishna enggan menyebut sudah berapa persen penyelidikan polisi
terkait kasus ini. "Buat berapa persennya selesai penyelidikan, kita belum
bisa menyebutkannya. Tidak bisa, misal saya sebut 90 persen, tapi bawahnya
salah bisa jadi rontok. Contoh kasus mayat dalam kardus dan di Cakung, biar
kita bilang baru 10 persen, begitu barangnya bener, menuju ke 100 persennya
cepet. Kalau kami mau di audit boleh, tetapi bukan untuk konsumsi publik,"
ucap Krishna.
Komentar
:
Kasus
kematian mahasiswa Ui yang sekarang masih menjadi misteri, ntah apa yang
sebenarnya terjadi dengan kasus ini. Kenapa pihak kepolisian masih belum bisa
mengungkapkan kematian mahasiswa tersebut padahal ayah dari si korban adalah
seorang Kolonel TNI Angkatan Udara.
Ketika
ditemukan pada bulan maret 2015 aksyena atau biasa dipanggil Ace ditemukan
menggambang didanau dengan tas berisi batu. Banyak asumsi dari kematian
mahasiswa ini ada yang bilang Ace biasa membawa tas dengan berisi banyak batu
tapi banyak juga yang berkata kalau Ace dibunuh karena kesehariannya dia anak
yang baik jadi kemungkinan kecil kalau Ace bunuh diri ujar salah seorang
mahasiswa ui.
Lalu
dugaan pembunuhnya sempat mengarah ke teman dekat Ace, Ahmad Jibril (18th).
Penyebabnya Jibril sempat datang mencari Ace dikosnya pada jum’at 27 maret
2015, atau satu hari setelah jenazah tanpa nama ditemukan pada saat itu. Tapi
pada saat itu jenazah belum diketahui identitasnya.
Kemudian
Jibril datang lagi menginap di kamar Ace
pada minggu 29 November 2015 sore dan menemukan surat wasiat. Surat wasiat
yang berisi bahwa Ace meminta maaf ke seluruh anggota keluarganya dan
teman-temannya. Dari sini banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi, mahasiswa-mahasiswa Ui berasumsi itu
tulisan palsu kemungkinan si pembunuhnyalah yang menulisnya . Saya setuju
dengan asumsi ini karena kalau pun Ace bunuh diri kemungkinan kecil di akan
menenggelamkan dirinya di Danau.
Apa
yang sebenarnya terjadi dengan Akseyna ? dan kenapa polisi masih belum bisa
mengukapkannya ? apakah sengaja ditutupi oleh pihak Universitas karena akan
sangat memalukan apabila pembunuhnya adalah mahasiswa Ui. Mungkinkah si
pembunuh adalah seorang Psikopat atau sengaja membunuh karena masalah
percintaan, rasa iri atau mungkin balas dendam.
Semoga
kasus ini cepat diselesaikan dan saya berharap pihak manapun baik Universitas
atau Kepolisian tidak menutupi kebenaran dari kasus ini. Karena Pembunuhan melanggar Hak Asasi Manusia untuk
hidup.
Refrensi :
manusiapinggiran.blogspot.com
m.news.viva.co.id/-kematian Akseyna-di-danau-ui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar