Sabtu, 19 Maret 2016

Tugas Softskill Ham

Tugas Softskill HAM atau Hak Asasi Manusia (Human Rights)   ?
secara universal ham adalah hak dasar yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir sampai mati sebagai anugerah dari tuhan YME. semua orang memiliki hak untuk menjalankan kehidupan dan apa yang dikendakinya selama tidak melanggar norma dan tata nilai dalam masyarakat. Hak asasi ini sangat wajib untuk dihormati, dijunjung tinggi serta dilindungi oleh negara, hukum dan pemerintah. setiap orang sebagai harkat dan martabat manusia yang sama antara satu orang dengan lainnya yang benar-benar wajib untuk dilindungi dan tidak ada pembeda hak antara orang satu dengan yang lainnya. 
Jack Donnely, mendefinisikan hak asasi tidak jauh berbeda dengan pengertian di atas. Hak asasi adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata berdasarkan martabatnya sebagai manusia dan hak itu merupakan pemberian dari tuhan yang maha esa. 


           secara filosofis, pandangan menurut hak asasi manusia adalah, "jika wacana publik masyarakat global di masa damai dapat dikatakan memiliki bahasa moral yang umum, itu adalah hak asasi manusia." Meskipun demikian, klaim yang kuat dibuat oleh doktrin hak asasi manusia agar terus memunculkan sikap skeptis dan perdebatan tentang sifat, isi dan pembenaran hak asasi manusia sampai dijaman sekarang ini. Memang, pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan "hak" itu sendiri kontroversial dan menjadi perdebatan filosofis terus (Shaw, 2008)
Berita Online :
                                “Misteri Kematian Mahasiswa UI”

VIVA.co.id - Kasus tewasnya mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori (18 tahun), di Danau Kenanga UI, yang ditemukan pada  Kamis 26 maret 2015, masih belum bisa diungkap oleh pihak kepolisian. Kasus Akseyna ini sudah berjalan hampir setahun, namun polisi belum bisa mengungkap siapa pelaku pembunuh mahasiswa itu.
      Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, polisi masih terus dan serius menangani kasus Akseyna. "Justru yang saya ingin ungkapkan pertama di tahun 2016 ini adalah, kasus Akseyna. Kasus ini membuat saya semakin bersemangat dan sedang kencang-kencangnya menyelesaikan kasus ini," ujar Krishna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, pada Rabu, 6 Januari 2016.
    Menurut Krishna, kasus Akseyna merupakan hutang negara kepada keluarga korban. Dia optimis bisa menuntaskan kasus tersebut. "Kami bukan menghentikan penyelidikan Akseyna, tapi kami tetap mengencangkan untuk penyelidikan kasus ini. Karena ini adalah hutang negara," ujar Krishna. Hingga kini, kata Krishna, ada beberapa alat bukti penting yang sedang diselidiki pihak kepolisian. "Kami simpan itu dan tidak bisa sampaikan ke publik, karena itu urusan saya dengan tim penyidik. Bukan untuk konsumsi publik, terlalu sensitif," ucap Krishna.
Dia pun tidak berani menyebut nama yang dicurigai pihak kepolisian karena menurutnya pihak kepolisian bekerja sesuai alat bukti.
"Kami belum bisa menyebutkan nama atau menjurus ke sana. Kami ingin ketika menyebutkan nama, tapi dengan berlandaskan alat bukti yang ada," ungkapnya.
Lebih lanjut, Krishna enggan menyebut sudah berapa persen penyelidikan polisi terkait kasus ini. "Buat berapa persennya selesai penyelidikan, kita belum bisa menyebutkannya. Tidak bisa, misal saya sebut 90 persen, tapi bawahnya salah bisa jadi rontok. Contoh kasus mayat dalam kardus dan di Cakung, biar kita bilang baru 10 persen, begitu barangnya bener, menuju ke 100 persennya cepet. Kalau kami mau di audit boleh, tetapi bukan untuk konsumsi publik," ucap Krishna.

Komentar :
Kasus kematian mahasiswa Ui yang sekarang masih menjadi misteri, ntah apa yang sebenarnya terjadi dengan kasus ini. Kenapa pihak kepolisian masih belum bisa mengungkapkan kematian mahasiswa tersebut padahal ayah dari si korban adalah seorang Kolonel TNI Angkatan Udara.
Ketika ditemukan pada bulan maret 2015 aksyena atau biasa dipanggil Ace ditemukan menggambang didanau dengan tas berisi batu. Banyak asumsi dari kematian mahasiswa ini ada yang bilang Ace biasa membawa tas dengan berisi banyak batu tapi banyak juga yang berkata kalau Ace dibunuh karena kesehariannya dia anak yang baik jadi kemungkinan kecil kalau Ace bunuh diri ujar salah seorang mahasiswa ui.
Lalu dugaan pembunuhnya sempat mengarah ke teman dekat Ace, Ahmad Jibril (18th). Penyebabnya Jibril sempat datang mencari Ace dikosnya pada jum’at 27 maret 2015, atau satu hari setelah jenazah tanpa nama ditemukan pada saat itu. Tapi pada saat itu jenazah belum diketahui identitasnya.
Kemudian Jibril datang lagi menginap di kamar Ace  pada minggu 29 November 2015 sore dan menemukan surat wasiat. Surat wasiat yang berisi bahwa Ace meminta maaf ke seluruh anggota keluarganya dan teman-temannya. Dari sini banyak kejanggalan-kejanggalan yang  terjadi, mahasiswa-mahasiswa Ui berasumsi itu tulisan palsu kemungkinan si pembunuhnyalah yang menulisnya . Saya setuju dengan asumsi ini karena kalau pun Ace bunuh diri kemungkinan kecil di akan menenggelamkan dirinya di Danau.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan Akseyna ? dan kenapa polisi masih belum bisa mengukapkannya ? apakah sengaja ditutupi oleh pihak Universitas karena akan sangat memalukan apabila pembunuhnya adalah mahasiswa Ui. Mungkinkah si pembunuh adalah seorang Psikopat atau sengaja membunuh karena masalah percintaan, rasa iri atau mungkin balas dendam.
Semoga kasus ini cepat diselesaikan dan saya berharap pihak manapun baik Universitas atau Kepolisian tidak menutupi kebenaran dari kasus ini. Karena  Pembunuhan melanggar Hak Asasi Manusia untuk hidup.

Refrensi :
manusiapinggiran.blogspot.com
m.news.viva.co.id/-kematian Akseyna-di-danau-ui

Tidak ada komentar:

Posting Komentar