Selasa, 17 Januari 2017

4.3. PENGENDALIAN : TUJUAN, ANCAMAN, DAN PROSEDUR

4.3. PENGENDALIAN : TUJUAN, ANCAMAN, DAN PROSEDUR

Di dalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan berikut ini dicapai:

1)         Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar.
2)         Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi).
3)         Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat.
4)         Semua transaksi dicatat dengan akurat.
5)         Aset (kas, persediaan, dan data) dijaga dari kehilangan ataupun pencurian.
6)         Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif.


- Masalah-masalah Umum Pengendalian Internal
Dari penjelasan diatas maksudnya adalah dalam suatu pekerjaan pasti ada saja trouble yang ada pada customer, pada tahap ini saya menjelaskan hanya internalnya saja
yakni:

Ancamannya adalah Kehilangan data, Kinerja yang buruk.
adapun prosedur pengendalian yang dapat diterapkan dalam hal ini, dalam kehilangan data yang dapat dilakukan adalah prosedur cadangan artinya kita harus mempunyai
backup an data agar tidak terjadi kesalahan yang fatal jika data hilang. kemudian ancaman yang terjadi pada kinerja yang buruk dapat dilakukan prosedur persiapan
dan tinjauan laporan kinerja artinya jika kita memilih orang yang akan kita pekerjakan seharusnya kita lihat dulu secara mendalam,agar terlihat skills yang ada pada
diri orang tersebut,nah disitulah dapat dikatakan sebagai prosedur persiapan,jika sudah melakukan prosedur tersebut selanjutnya kita tinjau bagaimana kinerjanya, apakah
memenuhi syarat yang berlaku atau tidak. Karena hal ini sangatlah penting dilakukan jika kita ingin mendapatkan tenaga profesional.

- Pertimbangan Pengendalian Internal
pada tahap ini dilakukan beberapa cara,apa sajakah cara itu??berikut ini saya akan jelaskan secara ringkasnya saja:

Cara pertama adalah melakukan Aplikasi Entri Pesanan Penjualan artinya dalam hal ini harus melakukan proses masuk data dan akan bagaimana mengolahnya, tetapi adapun ancaman
pada proses ini yakni:

1)         Pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau tidak akurat
2)         Penjualan secara kredit ke pelanggan yang memiliki catatan kredit buruk
3)         Legitimasi pesanan
4)         Habisnya persediaan, biaya penggudangan, dan pengurangan harga.
dan untuk mengatasi ancaman seperti diatas harus dilakukan dengan prosedur pengendalian,seperti dibawah ini:


1)         Pemeriksaan edit entri data
2)         Persetujuan kredit oleh manajer bagian kredit, bukan oleh fungsi penjualan; catatan yang akurat atas saldo rekening pelanggan.
3)         Tanda tangan di atas dokumen kertas, tanda tangan digital dan sertifikat digital untuk e-business
4)         Sistem pengendalian persediaan

Cara kedua adalah dengan Aplikasi pengiriman artinya dengan adanya pesanan pasti juga ada tujuan yang akan dikirim dari sebuah pesanan tersebut kepada pelanggan, tetapi
adapun ancaman dari cara ini yakni:

1)Kesalahan Pengiriman(Barang Dagang yang salah, Jumlah yang salah, ALamat yang salah)
2)Pencurian Persediaan
dan untuk mengatasi ancaman seperti diatas harus dilakukan dengan prosedur pengendalian,seperti dibawah ini:

1)Rekonsiliasi pesanan penjualan dengan kartu pengambilan dan slip pengepakan; pemindai kode garis; pengendalian aplikasi entri data
2)Batasi akses fisik ke persediaan;

Dokumentasi semua transfer internal persediaan;
perhitungan fisik persediaan secara periodik persediaan dan rekonsiliasi perhitungan dengan jumlah yang dicatat;

Cara yang ketiga adalah Penagihan dan Piutang Usaha artinya dalam dunia bisnis sering dijumpai utang piutang terhadap kedua belah pihak, namun hal ini adapun ancamannya
seperti berikut:
1)Kegagalan untuk menagih pelanggan
2)Kesalahan dalam penagihan
3)Kesalahan dalam memasukkan data ketika memperbarui piutang usaha
dan untuk mengatasi ancaman seperti diatas harus dilakukan dengan prosedur pengendalian,seperti dibawah ini:

1)Pemisahan fungsi pengiriman dan penagihan;
Pemberian nomor terlebih dahulu ke semua dokumen pengiriman dan rekonsiliasi faktur secara periodik; rekonsiliasi kartu pengambilan dan dokumen pengiriman dengan pesanan penjualan
2)Pengendalian edit entri data Daftar harga
3)Rekonsiliasi buku pembantu piutang usaha dengan buku besar; laporan bulanan ke pelanggan
Cara yang keempat sekaligus yang terakhir adalah Penagihan Kas, artinya pemasukan yang sudah masuk kas akan diambil oleh perusahaan dan kemudian diolah kembali.
tetapi ancaman terhadap cara teersebut ialah:

1)Pencurian Kas
dan untuk mengatasi ancaman seperti diatas harus dilakukan dengan prosedur pengendalian,seperti dibawah ini:

1)Pemisahan tugas; minimalisasi penanganan kas;  kesepakatan lockbox; konfirmasikan pengesahan dan penyimpanan semua penerimaan;
Rekonsiliasi periodik laporan bank dengan catatan seseorang yang tidak terlibat dalam pemrosesan penerimaan kas.

SUMBER : 

http://kerisantun.blogspot.co.id/

4.2. PROSEDUR PEMROSESAN INFORMASI

4.2. PROSEDUR PEMROSESAN INFORMASI

Model REA Data menyediakan satu metode untuk merancang basis data yang efisien terintegrasi baik data keuangan dan operasional.
artinya dalam model ini semua data harus saling terintegrasi, dari data satu ke data yang lainnya, dan efisien dalam menciptakan rancangan rancangan data keuangan maupun operasional.

Dalam hal ini juga di perlukan kebutuhan informasi untuk siklus pendapatan, di bawah ini beberapa kebutuhan informasi dalam siklus pendapatan :

- Data Operasional

Data operasional dibutuhkan untuk mengawasi kinerja dan untuk melakukan tugas-tugas rutin, seperti berikut ini tugasnya :

1) Merespon pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan.
2) Menentukan ketersediaan untuk persediaan
3) Memilih metode untuk mengirim barang
4) Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak.

- Informasi Sekarang dan Masa Lampau

Dalam hal ini diperlukan agar manajemendapat membuat keputusan strategis seperti berikut ini :

1) Menentukan harga pokok dan jasa
2) Memutuskan jangka waktu kredit yang diputuskan
3) Menentukan pinjaman dalam jangka waktu pendek
4) Merencanakan kampanye pemasaran yang baru
5) Menetepkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi

- Penilaian Kinerja

Dalam hal ini dibutuhkan proses untuk mengevaluasi dalam kinerja, hal yang harus di perhatikan adalah seperti berikut :

1) Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
2) Tingkat dan Tren kepuasan pelanggan
3) Keefektifan iklan dan promosi
4) Kinerja staff penjualan
5) Persentase penjualan yang dibutuhkan dan mengirim pesanan
dll.

Diagram REA siklus pendapatan untuk AOE


 

SUMBER : 
http://kerisantun.blogspot.co.id/

4.1. AKTIVITAS BISNIS DALAM SIKLUS PENDAPATAN

4.1. AKTIVITAS BISNIS DALAM SIKLUS PENDAPATAN

 Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.

·                     empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan ?
·                     Entri pesanan penjualan
·                     Pengiriman
·                     Penagihan dan Piutang Usaha
·                     Penagihan Kas

1)      Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Entri Pesanan Penjualan:

Proses entri pesanan penjualan mencakup tiga tahap :
1.             Mengambil pesanan dari pelanggan
2.             Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan
3.             Memeriksa ketersediaan persediaan

2)     Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Pengiriman :

Aktivitas dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah memenuhi pesanan pelanggan dan mengirimkan barang dagangan yang diinginkan tersebut, proses ini terdiri dari dua tahap:
1.             Mengambil dan mengepak pesanan
2.             Mengirim pesanan tersebut

3)     Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Penagihan dan Piutang Usaha :

Aktivitas dasar ketiga dalam siklus pendapatan, melibatkan:
1.             Penagihan ke para pelanggan
2.             Memelihara data piutang usaha

4)      Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Penagihan Kas :

Langkah keempat (terakhir) dalam siklus pendapatan adalah penagihan kas, melibatkan:
1.             Menangani kiriman uang pelanggan
2.             Menyimpannya ke bank

Entri Pesanan Penjualan (Aktivitas 1)
·                     Fungsi entri pesanan penjualan mencakup tiga aktivitas utama, yaitu :
1.             Mengambil pesanan dari pelanggan
2.             Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan
3.             Memeriksa ketersediaan persediaan
·                     Bagaimanapun data pesanan pelanggan diterima pada awalnya, merupakan hal yang penting bahwa semua data yang dibutuhkan untuk memproses pesanan tersebut dikumpulkan dan dicatat secara akurat. Oleh sebab itu, pemeriksaan edit berikut ini harus dilakukan untuk memastikan akurasi yang menyeluruh:

·         Pemeriksaan validitas, Uji kelengkapan
·         Uji kewajaran
·         Persetujuan kredit
Otorisasi umum, Batas kredit
·         Otorisasi khusus:Pemeriksaan batas
·         Langkah berikutnya adalah, menetapkan apakah tersedia cukup persediaan untuk memenuhi pesanan tersebut.
·         Internally generated documents produced by sales order entry:
·         Pesanan penjualan
·         Slip pengepakan
·         Kartu pengambilan barang
Pengiriman (Aktivitas 2)

  • Warehouse workers are responsible for filling customer orders by removing items from inventory.
  • Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan informasi:
·         Menentukan metode pengiriman.
    • in-house
    • outsource
  • Dokumen, catatan, dan prosedur:
·         Kartu pengambilan printed by the sales order entry triggers the shipping process and is used to identify which products to remove from inventory.
·         Jumlah phisik dibandingkan dengan kuantitas pada kartu pengambilan dan slip pengepakan.
·         Beberapa tempat pemeriksaan dibuat dan dokumen pengiriman dipersiapkan.

Penagihan dan Piutang Usaha (Aktivitas 3)

·                     Dua aktivitas yang dilakukan pada stage siklus pendapatan ini adalah:
1.             Invoicing customers
2.             Maintaining customer accounts

·                     Jenis sistem penagihan:
o    Dalam sistem setelah penagihan, faktur dipersiapkan setelah confirmasi bahwa barang-barang dikirim.
o    Dalam sistem pra penagihan, faktur dipersiapkan (tetapi tidak dikirim) sesegera pesanan disetujui.
·         Persediaan, piutang dagang, dan file buku besar diperbaharui pada waktu ini.
·                     Metode-metode pengurusan piutang dagang:
·                                             Metode faktur terbuka
·                                             Metode pembayaran gabungan
·                     Untuk memperoleh aliran penerimaan kas yang lebih seragam, banyak perusahaan menggunakan proses yang disebut Penagihan berdaur.

Penagihan Kas (Aktivitas 4)

·                     Dua bagian yang terlibat dalam aktivitas ini adalah:
1.             Kasir
2.             Fungsi piutang dagang
·                     Keputusan-keputusan penting dan Kebutuhan Informasi:
1.             Pentingnya pengurangn pencurian kas.
2.             Fungsi penagihan piutang dagang seharusnya tidak mempunyai akses phisik ke kas atau cek.
3.             Fungsi piutang dagang harus mampu mengidentifikasi sumber suatu pengiriman uang dan vaktur aplikasi harus dikredit.
4.              
SUMBER :
http://kerisantun.blogspot.co.id/

Minggu, 01 Januari 2017

Tugas 3.5 Jelaskan Elemen Pengendalian Internal Versi COSO

Tugas 3.5 Jelaskan Elemen Pengendalian Internal Versi COSO

COSO memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. “Pengendalian bukanlah sesuatu yang ditambahkan dalam proses manajemen tersebut, akan tetapi merupakan bagian integral dalam proses tersebut”.
Komponen pengendalian intern menurut  COSO adalah :

1.  Lingkungan pengendalian (control environment)

Faktor-faktor lingkungan pengendalian mencakup integritas, nilai etis, dan kompetensi dari orang dan entitas, filosofi manajemen dan gaya operasi, cara manajemen memberikan otoritas dan tanggung jawab serta mengorganisasikan dan mengembangkan orangnya, perhatian dan pengarahan yang diberikan oleh board.

2.  Penaksiran risiko (risk assessment)

Mekanisme yang ditetapkan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas di mana organisasi beroperasi.

3.  Aktivitas pengendalian (control activities)

Pelaksanaan dari kebijakan-kebijakan dan  prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh manajemen untuk membantu memastikan bahwa tujuan dapat tercapai.

4.  Informasi dan komunikasi (informasi and communication)

Sistem yang memungkinkan orang atau entitas, memperoleh dan menukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya.

5.  Pemantauan (monitoring)

Sistem pengendalian internal perlu dipantau, proses ini bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Ini dijalankan melalui aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya.
                                                                                     
Sumber :

https://elisaflorida.wordpress.com/2014/11/12/2-4-jelaskan-komponen-pengendalian-intern-versi-coso/


Tugas 3.4 Jelaskan Pengertian Pengendalian Intern (Internal Control)

Tugas 3.4 Jelaskan Pengertian Pengendalian Intern (Internal Control)

Dalam teori akuntansi dan organisasi, pengendalian intern atau kontrol intern didefinisikan sebagai suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan) maupun tidak berwujud (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).
Adanya sistem akuntansi yang memadai, menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Lebih rinci lagi, kebijakan dan prosedur yang digunakan secara langsung dimaksudkan untuk mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tepat serta menjamin ditaatinya atau dipatuhinya hukum dan peraturan, hal ini disebut Pengendalian Intern, atau dengan kata lain bahwa pengendalian intern terdiri atas kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam operasi perusahaan untuk menyediakan informasi keuangan yang handal serta menjamin dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku.
Pada tingkatan organisasi, tujuan pengendalian intern berkaitan dengan keandalan laporan keuangan, umpan balik yang tepat waktu terhadap pencapaian tujuan-tujuan operasional dan strategis, serta kepatuhan pada hukum dan regulasi. Pada tingkatan transaksi spesifik, pengendalian intern merujuk pada aksi yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (mis. memastikan pembayaran terhadap pihak ketiga dilakukan terhadap suatu layanan yang benar-benar dilakukan). Prosedur pengedalian intern mengurangi variasi proses dan pada gilirannya memberikan hasil yang lebih dapat diperkirakan. Pengendalian intern merupakan unsur kunci pada Foreign Corrupt Practices Act(FCPA) tahun 1977 dan Sarbanes-Oxley tahun 2002 yang mengharuskan peningkatan pengendalian intern pada perusahaan-perusahaan publik Amerika Serikat.
Sumber :



Tugas 3.3 Jelaskan Apa Itu COSO dan COBIT

Tugas 3.3 Jelaskan Apa Itu COSO dan COBIT

COSO
Coso merupakan kepanjangan dari Committee Of Sponsoring Organizations of the Treadway Comission. Yang artinya, Komite Organisasi komisi sponsor treadway. Sejarahnya, coso di kaitan dengan FCPA yang di keluarkan pada tahun 1977 untuk melawan fraud dan korupsi yang marak di Amerika pada saat itu. Coso adalah suatu inisiatif dari sector swasta yang di bentuk pada tahun 1985. Misi utama coso adalah memperbaiki/meningkatkan kualitas laporan keuangan entilitas melalui etika bisnis, pengendalian internal yang efektif dan cooperate governance. Naah, coso ini sendiri merupakan inisiatif dari sektor swasta.
Sector swasta inilah yang membentuk “The Treadway Commission”. (Treadway itu sendiri diambil dari nama ketua pertamanya James C. Treadway J). Komisi ini disponsori oleh 5 professional association yaitu: AICPA, AAA, FEI, IIA,IMA. Komisi ini mengeluarkan report pertamanya pada tahun 1987, isinya: merekomendasikan report komprehensif tentanng Internal Control. Kemudian, pada tahun 1992, Cooper & Lybrand mengeluarkan report itu pada tahun 1994 dengan judul “ internal Control – Integrated Framework”. Menurut COSO framework, Internal control terdiri dari 5 komponen yang saling terkait, yaitu:
·         Control Environment
·         Risk Assessment
·         Control Activities
·         Information and communication
·         Internal Environment
Di tahun 2004, COSO mengeluarkan report ‘Enterprise Risk Management – Integrated Framework’, sebagai pengembangan COSO framework di atas. Dijelaskan ada 8 komponen dalam Enterprise Risk Management, yaitu:
·         Internal Environment
·         Objective Setting
·         Event Identification
·         Risk Assessment
·         Risk Response
·         Control Activities
·         Information and Communication
·         Monitoring 

COBIT
        Cobit  adalah Control – Objectives for Information and related technology yang merupakan audit sitem informasi dan dasar pengendalian yang di buat oleh ISACA Information System Auditand ITGI pada tahun 1992 . Cobit di dasari oleh analisis dan harmonisasi dari standar teknologi informasi dan best practices yang ada serta sesuai dengan prinsip governance yang di terima secara umum. Untuk mencapai kesalarasan dari best practices terhadap kebutuhan bisnis, sangat di sarankan agar menggunakan COBIT pada highest level, menyediakan control framework berdasarkan model proses teknologi informasi yang seharusnya cocok.
Cobit Framework
Kerangka kerja Cobit terdiri dari beberapa guidelines, yaitu :
a.  Control Objectives
Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level control objectives) yang tercermin dalam 4 domain, yaitu : planning & organization, acquisition & implementation, delivery & support, dan monitoring.
b.  Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance atau saran perbaikan.
c.  Management Guidelines
Berisi arahan baik secara umum maupun spesifik mengenai apa saja yang mesti dilakukan, seperti : apa saja indicator untuk suatu kinerja yang bagus, apa saja resiko yang timbul, dan lain-lain.
d.  Maturity ModelsUntuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala 0 – 5).

Cobit Cube
Kerangka kerja cobit menjelaskan bagaimana prose teknologi Informasi menyampaikan   Informasi bahwa kebutuhan bisnis untuk menncapa tujuan untuk mengendalikan pengiriman ini, cobit menyediakan tiga komponen masing-masing membentuk dimensi kubus COBIT.

Sumber :